Majelis 3 Al-Jumu'ah
Assalamu’alaikum kang and teh.
Saya tau yang harus saya mulai adalah menyampaikan salam. Semoga tetap semangat.
“saya tidak mengerti dengan jalan pikiran kalian”. Itulah yang selalu pertama kali terngiang ketika aku mengingat kembali masa-masa ketika aku mulai bisa tersenyum. J. Kata-kata itu ku dengar dari seorang teteh-teteh yang mempunyai muka yang seram. (semoga teteh itu tidak ingat hehe :p).
MENTORING, itulah yang selalu dikatakan oleh seorang laki-laki hebat yang pemberani. Sampai-sampai setiap hari sabtu selalu menjemputku. Untuk apa sih ? ngfans ya ? oh, ternyata mengajakku ke tempat sejuk dimana tempat sejuk itu adalah Al-Ma’wa.
Pemuda itu sering sekali di sebut Om. Ya, mungkin dia orangnya *some text missing*, tapi alhamdulillah baik. Selalu mengajakku ke arah yang lebih baik. Menjaga lisan adalah keahliannya, meski emosinya kadang tak terbendung.
“Mentoring, siapa lagi yang mau mengikutinya kalau bukan kita ? siapa lagi ?” kerap yang ia katakan seperti itu. Dia hanya ingin adik-adiknya menjadi lebih baik, sungguh kagum ketika aku bertanya ia selalu menjawabnya. Tak pernah berhenti untuk mendengar dan memotivasi adik-adiknya.
Yang saya ingat adalah ketika saya, andika dan uzi pa-alim-alim janten ketua. (nya saha atuh nu hoyong nanggung amanah ? hehe..) “sepertinya saya yakin andika yang akan menjadi ketua m3, dan saya akan tenang, soalnya dia lebih punya banyak ilmu agama dibanding saya” itulah yang selalu saya ucapkan dalam hati. Tapi ternyata Allah berkehendak lain, mengapa saya yang menjadi ketua m3 ? padahal saya pemalu, dan tidak suka bicara dihadapan orang. Tapi, dibalik itu, saya menjadi berani untuk berhadapan orang, dan tidak malu. Tapi masih malu klo ketemu teteh keputrian, apalagi teh ifa dan teh dini, soalnya mukanya galak. Hoo .. :p
“kang, saya gak bisa jika harus sendiri !”kata-kata itu terlontar kepada telinga om TJ, tapi dia memberiku motivasi, bahwa di al-ma’wa ini kita bersama-sama, majelis itu bukanlah penghalang kita. Dan ketika saya tidak mampu untuk mengajak sahabat kelas X, dia malah begini “yasudah gpp, mentoring dua orang juga cukup, yang penting kita sudah mengajak mereka, karena islam itu tidak memaksa.” Sungguh bijak kata-kata itu. Meski hanya mentoring berdua saja, tapi jadi. Dan itulah yang saya rasakan sekarang, walaupun mentoring hanya berdua, tapi islam tetap harus diperjuangkan.
Ingin sekali melebihi dia, soalnya saya kagum, bukan hanya ilmu agama saja yang ia punya, tapi dia juga jago FISIKA. Mangstab. Dan sahabatku Ahmad Ridwan Fauzi, memenangkan Juara 1 Olympiade TIK, sahabatku M. Andika Siswa teladan, Sahabatku Nida Juara 1 Olympiade Kimia, sahabatku Maryam Juara 2 Olympiade Fisika. Lalu aku apa ? do’akan ya sahabat, mungkin disini bukan waktunya, karena Allah selalu memberikan yang terbaik untuk ummatnya.. Allahu Akbar.
Kang, semangatlah berjuang untuk ISLAM, walaupun kita berpisah, tapi ikatan saudara telah mengalir dalam darah. Ingatlah selalu nama kita “Al-Jumu’ah (Aliansi Jurnalistik Ma’wa Ahhhh...) n_n
Untuk t.dini tercintaaa (ini akhwat yang berbicara) hahaha . .
Tteh yang subhanallah, baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung (^^) selalu memberikan kehangatan dalam senyumnya, melontarkan kata-kata bijaksana penuh makna, (cieeeeee) terkenang dalam hati budi pekertinya di setiap orang. J
T.ranum = Punya motivasi tingkat dewa !! Maryam Fauziyah said : t.ranum itu meyakinkan aku bahwa aku bisa di fisika,, padahal aku sudah pesimis.
Nida said : she is always beside me when I’m down . ^^
t.rika : tteh penuh kreativitas tinggi !! Nida said : ya ALLAH tteh,, kenapa memberikan amanahnya padaku?? (bimbang, grogi, takuuuuuut),
bila diukirkan dengan kata-kata nida masih sangat kurang dibanding tteh..
kenangan yang tertanam : teteh ceria dan penuh kebahagiaan. . ^^
t.tina : teteh pendiam, penuh misteri,,, hihiii... jarang terdengar suaranyaaaa, tapi teteh yang satu ini sungguh teteh baik hati dengan senyum tulus dibibirnya . .











0 comments:
Post a Comment