Showing posts with label Story of Ma'wa. Show all posts
Showing posts with label Story of Ma'wa. Show all posts
Assalamu’alaikum ...
sssssttt..  espesialy for akhwat ... hehe

tak terasa waktu ini bergulir begitu cepat, bak petir di siang hari ...
dulu dirimu selalu ada bak benteng yang melindungi
seperti cahaya yang menaungi
Kini cahaya itu berangsur-angsur hilang ...
Kini benteng itu berangsur-angsur rapuh ...
Tak ada lagi yang menuntunku,
Tak ada lagi yang merangkulku ...
Untuk tetap berjalan dijalan-Mu Ya Allah ...

Khadijah .. ? Khumaira .. ? Keputrian .. ?


Ayu bilang :
  • Ø  M7 itu rame
  • Ø  Selalu bisa membuat tersenyum
  • Ø  Meskipun sedikit tapi serasa se-RT
  • Ø  Ketua M7 tahun lalu (k’Indra) aga GJ tapi asyik banget orangnya
  • Ø  K’Indra ini puitis meskipun terkadang jatohnya lebay.
  • Ø  Tiap mentoring selalu menyajikan hal yang baik. Jadi ga bosen
  • Ø  Kesel ama k’Indra kalau udah bilang sebentar (masalahnya sebentar ituloh... lama banget he..)
  • Ø  K’Indra the best lah... !
____________________________________________________________.:::...:::...:::...:::...:::...
Ketika hari dimana pilihan untuk merubah hidup makin terbuka, tubuh serasa tergerak unutk meraih kesempatan. Di persimpangan jalan, tak tentu arah.

Tatkala kuraih kesempatan itu, kucoba tuk jalani sepenuh hati walau terkadang sungguh berat terasa, namun apalah arti hidup tanpa tantangan.

Hari demi hari telah terlalui. Lembaran memori telah tertulis dengan tinta emas. Bahagia, sedih, kesal... tercampur dalam satu rangkuman catatan, yang akan selalu tersimpan dalam qalbu.

Telah kusadari, rasa rindu dan gundah terus menghantui pikiran kecil ini. Namun apalah daya, kupasrahkan segalanya pada yang maha kuasa, tapi.. lantunan rasa terima kasih kuucapkan kepada engkau yang telah mendidik kami.

Hmm.. ya, masih kuingat masa itu. Ketika kau lantunkan bait ini..
“Disini kuyakini semua
Tentang arti hidup ini
Kita merasakan
Arti dari persahabatan...”

Sangat berkesan dalam sanubari ini..

Walau berat melepas kepergian ini, tapi.. kuingat perkataan itu “Dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan” Kutau,tak banyak yang bisa kutuliskan, tapi kuyakin, masih banyak kenangan yang tak tertulis. Kenangan ini akan selalu berbekas dalam hati.

Terimakasih ... kaka, sahabat, saudaraku! Semoga Allah selalu memberkahi langkah yang kau jejaki.

Ahmad Ridwan Fauzi

N.B : Pertahankan ke-lebay-annya ya kang ^_^
Dari = *some text missing*
Kesan-kesan kepada Majelis 6 selama dibawah pemerintahan “Kang PB Kukuh Pangestu dll. (teu inget ngaran lengkapna. Hhe)” yaitu adalah :
Beliau mampu memanage majelisnya semaksimal mungkin walaupun masih ada kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam dirinya. Contohnya, beliau mampu membuat masjid Al-Ma’wa menjadi bersih dengan pembersihan setiap harinya. Dan dibantu oleh antek-antek Majelis 6 2009-2010 tetapi (mohon maaf) kebiasaan majelis 6 yang masih dipertahankan , yaitu krisis anggotanya itu sendiri yang sulit untuk dikumpulkan.
Sewaktu di majelis 6 di handle olehnya, setiap hari kamis selalu ada toharoh yang tak terlewatkan dengan para anggota Majelis 6 dan Pengurus beserta anggota DKM Al-Ma’wa yang mengikhlaskan dirinya untuk bertoharoh ria. Teteapi (mohon maaf lagi), dalam acara mentoring Majelis 6 sama seperti sampai sekarang, dan saya sendiri hanya beberapa kali mengikuti mentoring dari Majelis 6.
Karakteristik, watak, sikap, perilaku, dedikasi, dllnya yang sebagai contoh, kekuatan fisik yang beliau miliki mungkin jauh diatas rata-rata manusia di Al-Ma’wa, hhe. Faktanya, beliau dapat mengangkat batu yang sulit diangkat oleh sampai 3 orang banyaknya. Selain itu, kemampuan berbahasa inggrisnya pun membuat orang terpana, dan tulisan ukiran dari tangan aslinya pun terdapat goresan yang memikat hati para pembacanya. Memang sungguh lura biasa ya beliau itu, hhe... :ngakak
Exsis dan Narsis, itulah awal tujuan ku  pertama kali masuk Al-Ma’wa disamping kerena termotivasi oleh sahabat baikku yang sudah menjadi Keluarga  Al-Ma’wa tercinta ini, maka dari itu aku ingin sekali menjadi keluarga DKM Al-Ma’wa dan ingin sekali  menjadi anggota M1 kali pertama. Alhamdulillah, akhirnya aku ditempatkan di M1 oleh Om Biki yang memang benar dia telah menjadi Kakak pertamaku. Namun, kerena sifatku yang pemalu aku belum bisa mewujudkan tujuan kali pertamaku itu, sampai-sampai aku hampir melupakannya.
                Hari pun terus berlalu rasa kekeluargaan yang sangat indah baru pertama kali kurasakan di sini, di Al-Ma’wa tercinta. Hingga akhirnya aku memiliki impian lain karena terinspirasi oleh Akg* n Te*h di Al-Ma’wa tercinta ini.
                Pada suatu hari seorang anak kecil bertanya pada aku, apa benar kamu lahir tahun 95?, aku jawab “ia dan memang kenapa?” anak kecil itu meneruskan lagi pembicaraannya yang akhirnya menjadi penyemangatku ku dalam menjalani hidup ini, dia berkata “Buktikan yang terbaik dan jadilah yang terbaik walaupun usiamu 2 tahun di bawah usia angkatanmu lainnya”. Sejak saat itu aku mulai mengerti apa impianku sebenarnya.
                Pada suatu hari berikutnya dia mencariku ke kelasku, dia membawa sekantong plastic besar yang berisi makanan dan barang untuk dijual. Lalu ia memintaku untuk belajar menjual beberapa barang dan makanan dari plastik itu. Awalnya aku sempat menolak, namun ia terus memotivasiku, hingga akhirnya aku belajar untuk menjualnya. Namun karena sifat Maluku ini, aku kesulitan untuk menjualnya, aku sempat merasa kesal padanya, bahkan samapai marah di dalam hati. Namun aku berjuang untuk menjualnya, Karena aku tak mau jikalau aku mengecewakannya. Alhamdulillah setelah ku tawarkan ternyata akhirnya barang n makanan itu habis, senang rasanya, namun sayangnya rasa senagnku itu bukan rasa senang karena barangnya habis terjual,  melainkan rasa senagn karena terbebas dari perintah si dia.
                Seiring berjalannya masa-masa yang mengesankan di Al-Ma’wa tercinta ini, aku jadi semakin dekat dengan si dia. Di sana aku mulai melihat dan mulai mempelajari prinsip*nya, “sungguh keren dan hebat, si anak kecil yang usianya 2 tahun dibawah normal itu mampu berpikir dewasa, bahkan bisa lebih dewasa dari teman*nya yang usianya lebih 2 tahun darinya” ucapku selalu. Sampai suatu ketika ia menjadi juara Putra Favorit PAPI, dan ia menteraktirku makan. Sungguh senang dan semakin salut hatiku padanya. Di sana kami bercakap-cakap sampai ke masalah pribadi.
Hingga pada suatu saat berikutnya, Om Uji (Ket DKM), berkata pada keluarga DKM kelas 10, “ayo kita makan -makan karena M5 lagi banyak uangnya”, aku semakin salut sama ‘si Dia’, dan termotivasi karena pribadinya yang keren.  Ia selalu berkata padaku sampai saat ini “luruskanlah niat kita, untuk apa kita hidup ini”, sehingga dalam praktek berjualan pun ia tak pernah merasa malu dan insya Allah gak malu*in.
Aku mulai termotivasi dan ingin bertindak, untuk apa aku ini ? Aku selalu salut padanya, hingga akhirnya si anak kecil itu telah menjadi Kakak  Super dalam kehidupanku.
Terimakasih Kakak ku Tercinta, maafkan aku jika aku selalu mengecewakanmu.
Sampai bertemu di puncak kesuksesan dan kebahagiaan bersama Ridho Allah.
AMIN….


Rahman Saputra Adiguna yang insya Allah akan selalu menjadi Adikmu
M4 with Mr.Deni Hamdani
Alhamdulillah, meski dikategorikan baru di majelis 4, tapi mungkin cukup banyak hal-hal berkesan bersama paketunyah, ya mungkin tak perlu diperkenalkan lagi siapa orangnya, ya mungkin semuanya sudah tau dengan slogan yang sering diucapkan olehnya dalam tiap-tiap musyawarah, yaitu “yang terbaik saja”. Yap, siapa lagi kalau bukan Mr, Deni Hamdani.
Kenangan yang masih membekas dari Mr. Deni sih ya waktu mentoring gabungan sama majelis 3 dulu, membekas banget soalnya ya yang waktu perang kata-kata itu lho, gaje sekali, he.he...
Terus yang masih teringat hingga sekarang itu yang pas pengen minjem buku ke perpustakaan, muter-muter ga jelas nyari kang deni, pas ketemu katanya kunci perpusnya ketinggalan di rumahnya dan disuruh minjemnya ke teh rosi, eh pas ketemu teh rosi dan mau minjem buku, teh rosinya bilang kalau kuncinya ada di kang deni...
Dan sempet kagetnya itu waktu sampai di perpustakaan ma’wa ga sengaja narik gembok etalasenya dan yah yang terjadi adalah si gembok dengan pasrahnya melepaskan diri dari pengaitnya, dan terjadilah “baca buku tanpa sepengetahuan pemiliknya”. He.he, maaf kang deni, t’rosi, dan kakak-kakak yang lainnya, he.he...
Syukron...
n_n
 

Assalamu’alaikum kang and teh.
Saya tau yang harus saya mulai adalah menyampaikan salam. Semoga tetap semangat.
“saya tidak mengerti dengan jalan pikiran kalian”. Itulah yang selalu pertama kali terngiang ketika aku mengingat kembali masa-masa ketika aku mulai bisa tersenyum. J. Kata-kata itu ku dengar dari seorang teteh-teteh yang mempunyai muka yang seram. (semoga teteh itu tidak ingat hehe :p).

MENTORING, itulah yang selalu dikatakan oleh seorang laki-laki hebat yang pemberani. Sampai-sampai setiap hari sabtu selalu menjemputku. Untuk apa sih ? ngfans ya ? oh, ternyata mengajakku ke tempat sejuk dimana tempat sejuk itu adalah Al-Ma’wa.

Pemuda itu sering sekali di sebut Om. Ya, mungkin dia orangnya *some text missing*, tapi alhamdulillah baik. Selalu mengajakku ke arah yang lebih baik. Menjaga lisan adalah keahliannya, meski emosinya kadang tak terbendung.

“Mentoring, siapa lagi yang mau mengikutinya kalau bukan kita ? siapa lagi ?” kerap yang ia katakan seperti itu. Dia  hanya ingin adik-adiknya menjadi lebih baik, sungguh kagum ketika aku bertanya ia selalu menjawabnya. Tak pernah berhenti untuk mendengar dan memotivasi adik-adiknya.

Yang saya ingat adalah ketika saya, andika dan uzi pa-alim-alim janten ketua. (nya saha atuh nu hoyong nanggung amanah ? hehe..) “sepertinya saya yakin andika yang akan menjadi ketua m3, dan saya akan tenang, soalnya dia lebih punya banyak ilmu agama dibanding saya” itulah yang selalu saya ucapkan dalam hati. Tapi ternyata Allah berkehendak lain, mengapa saya yang menjadi ketua m3 ? padahal saya pemalu, dan tidak suka bicara dihadapan orang. Tapi, dibalik itu, saya menjadi berani untuk berhadapan orang, dan tidak malu. Tapi masih malu klo ketemu teteh keputrian, apalagi teh ifa dan teh dini, soalnya mukanya galak. Hoo .. :p

“kang, saya gak bisa jika harus sendiri !”kata-kata itu terlontar kepada telinga om TJ, tapi dia memberiku motivasi, bahwa di al-ma’wa ini kita bersama-sama, majelis itu bukanlah penghalang kita. Dan ketika saya tidak mampu untuk mengajak sahabat kelas X, dia malah begini “yasudah gpp, mentoring dua orang juga cukup, yang penting kita sudah mengajak mereka, karena islam itu tidak memaksa.” Sungguh bijak kata-kata itu. Meski hanya mentoring berdua saja, tapi jadi. Dan itulah yang saya rasakan sekarang, walaupun mentoring hanya berdua, tapi islam tetap harus diperjuangkan.

Ingin sekali melebihi dia, soalnya saya kagum, bukan hanya ilmu agama saja yang ia punya, tapi dia juga jago FISIKA. Mangstab. Dan sahabatku Ahmad Ridwan Fauzi, memenangkan Juara 1 Olympiade TIK, sahabatku M. Andika Siswa teladan, Sahabatku Nida Juara 1 Olympiade Kimia, sahabatku Maryam Juara 2 Olympiade Fisika. Lalu aku apa ? do’akan ya sahabat, mungkin disini bukan waktunya, karena Allah selalu memberikan yang terbaik untuk ummatnya.. Allahu Akbar.

Kang, semangatlah berjuang untuk ISLAM, walaupun kita berpisah, tapi ikatan saudara telah mengalir dalam darah. Ingatlah selalu nama kita “Al-Jumu’ah (Aliansi Jurnalistik Ma’wa Ahhhh...) n_n

Untuk t.dini tercintaaa (ini akhwat yang berbicara) hahaha . .
Tteh yang subhanallah, baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung (^^) selalu memberikan kehangatan dalam senyumnya, melontarkan kata-kata bijaksana penuh makna, (cieeeeee) terkenang dalam hati budi pekertinya di setiap orang. J
T.ranum = Punya motivasi tingkat dewa !! Maryam Fauziyah said : t.ranum itu meyakinkan aku bahwa aku bisa di fisika,, padahal aku sudah pesimis.
Nida said : she is always beside me when I’m down . ^^
t.rika : tteh penuh kreativitas tinggi !! Nida said : ya ALLAH tteh,, kenapa memberikan amanahnya padaku?? (bimbang, grogi, takuuuuuut),
bila diukirkan dengan kata-kata nida masih sangat kurang dibanding tteh..
kenangan yang tertanam : teteh ceria dan penuh kebahagiaan. . ^^
t.tina : teteh pendiam, penuh misteri,,, hihiii... jarang terdengar suaranyaaaa, tapi teteh yang satu ini sungguh teteh baik hati dengan senyum tulus dibibirnya . .

Recent Post

Recent Comment

Banner